Parabellum - Kalau Ingin Kedamaian Maka Berperanglah Untuk Mendapatkannya

Pulung gantung adalah suatu daerah yang terdapat di wilayah kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Masalah terjadinya kasus bunuh diri yang sering terjadi berurutan di daerah Gunung Kidul, sudah di ketahui sejak beberapa puluh lalu. Menyisakan banyak misteri, banyak pertanyaan untuk kalangan profesi dan ilmiah, dan meninggalkan kesedihan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Angka kejadian bunuh diri di kabupaten Gunung Kidul sebesar 9 per 100000 penduduk pertahun, kasus ini jauh lebih tinggi dari kejadian di Jakarta yang hanya kurang dari 2 per 100000 pertahun.

Banyak dilaporkan di daerah yang setelah dikunjungi pulung gantung ini banyak ditemukan kasus bunuh diri, stress, gangguan mental yang oleh sebagian peneliti lokal dilaporkan sebagai akibat dari tekanan bahtin karena kesulitan ekonomi.

Banyak kalangan yang juga menyangsikan fenomena pulung gantung ini sebagai penyebab bunuh diri. Dalam analisisnya seorang peneliti dari UGM menyimpulkan bahwa kasus kasus bunuh diri di Gunung Kidul lebih erat berkaitan dengan kemiskinan, kekeringan dan kesulitan hidup sehari hari. Kasus kasus bunuh diri lebih banyak terjadi di daerah daerah yang sangat kering, miskin dan sulit.

Di tahun enam puluhan Gunung Kidul memang terkenal tandus dan rawan kelaparan. Tetapi perbaikan ekonomi selama beberapa tahun terakhir ternyata tak juga mampu mencegah kejadian bunuh diri.

Masih banyak faktor psikologi dan psikiatrik yang tak membaik hanya semata mata dengan perbaikan ekonomi. Mengenai pulung tersebut mata kita melihatnya sebagai bola api yang bersinar, sementara orang di Gunung Kidul sana menyebutnya pulung.

Kehadirannya selalu mengundang rasa ngeri. Pasalnya, ia dipercaya sebagai pembawa sasmita gaib. Ada saja musibah yang terjadi jika ia muncul. Bahkan sebelum gempa yang terjadi di Yogyakarta pun tak lepas dari penampakan pulung gantung ini.

Menurut sebagian orang pulung ini ada dua macam, satu sebagai pembawa pesan kematian yang mana pada kemunculannya selalu membawa bencana dan memiliki ciri-ciri berwarna merah terang menyala sedangkan jenis pulung kedua berwarna seperti putih biru kehijauan dan membawa kebaikan.

Menurut mitos barang siapa yang rumahnya kejatuhan atau melihat pulung ini akan mendapat rejeki atau wahyu semisal dalam mitos Jawa, rumah seseorang calon kepala desa yang kejatuhan pulung ini akan bisa dipastikan sebagai kepala desa terpilih. Terlepas dari mitos tentang pulung gantung yang terjadi di Gunung Kidul apa yang saya abadikan dibawah ini mungkin sedikit memberi anda gambaran.

Sinar apa yang mungkin juga dilihat oleh masyarakat yang pernah menyaksikan pulung gantung tersebut yang jelas setelah melihat sinar ini saya merasa mual dan sekujur tubuh seperti kesemutan, bulu tangan, kaki dan kuduk pun ikut berdiri memang tidak ada suara apapun yang terdengar bahkan suara jangkrik pun lenyap dan telinga berdenging.